Kompetisi Nasional IoT Universitas Andalas 2017 – FT Juara

Kompetisi Aplikasi Internet of Things Tingkat Perguruan Tinggi se – Indonesia 2017 merupakan kompetisi yang diadakan oleh Universitas Andalas Padang dalam rangka mendukung kemajuan ragam produk aplikasi IoT di Indonesia.
Karya aplikasi berdasarkan data yang dianalisis secara runtut, tajam, dan diakhiri dengan kesimpulan yang dapat memberikan solusi serta relavan. Hasil karya ini diharapkan menjadi dasar pemikiran di masa mendatang dan sebagai pemecah permasalahan yang ada.

Teknik elektro universitas langlangbuana ikut serta dalam perlombaan yang diadakan oleh universitas andalas. Dibentuk team dengan nama FT Juara dengan formasi ketua Heru Prambudiono yang beranggotakan Aditya Suwardhany dan Arief Fathurochman. Alat yang dibangun oleh team FT Juara bernama “Monitoring jantung jarak jauh untuk funbike” dimana deskripsi dari alat yang dibangun adalah sebagai berikut:

Monitoring jantung jarak jauh untuk funbike berfungsi untuk membaca detak jantung penggunanya. Selain untuk mendeteksi detak jantung, berfungsi juga untuk membaca temperature, kadar oxygen dalam darah, deteksi jatuh, speedometer dam google maps. Alat ini berbentuk seperti jam tangan sehingga sangat mudah digunakan oleh pengguna.

Gambar ilustrasi pesepeda dan alat yang dibangun

Cara kerja alat ini yaitu dengan membaca detak jantung pesepada dan apabila melebihi batas normal maka akan ada peringatan. Selain membaca detak jantung alat ini juga bisa mendeteksi jika pesepada terjatuh. Semua data hasil pembacaan akan di kirim ke smartphone android dengan komunikasi bluetooth, dimana di android tersebut sudah di install aplikasi untuk memudahkan pengguna dalam membaca detak jantung. Selain detak jantung di dalam aplikasi juga di lengkapi dengan speedometer dan maps yang fungsinya untuk tracking. Semua data akan di kirim ke internet supaya bisa di pantau oleh pihak kerabat atau siapapun yang membutuhkan informasi mengenai kondisi jantung pengguna.

Daftar finalis yang masuk grand final yaitu:
1. FT-Juara : Universitas Langlangbuana
2. The Ex  : Universitas Brawijaya
3. HIVA : Institute Teknologi Bandung
4. TransHMSK : Universitas Andalas
5. Bonaventure : Universitas Brawijaya
6. GEOITS : Institut Teknologi Sepuluh November
7. Midun_PNP : Politeknik Negeri Padang
8. ExART : Universitas Brawijaya
9. Onteam : Universitas Andalas
10. Orange : Universitas Andalas

Dengan hasil akhir final kompetensi :
Juara 1 : Universitas Langlangbuana
Juara 2 : Universitas Brawijaya
Juara Favorit : Universitas Andalas
Juara Impact : Institute Teknologi Bandung

Dokumentasi Hasil Komputensi:

 

 

 

 

Mahasiswa Teknik Elektro UNLA Juara 2 PENA 2017

Perkembangan dunia medis saat ini memicu perkembangan teknologi yang menunjang kebutuhan medis. Dengan diadakannya Pekan Elektromedik Nasional (PENA) 2017 menjadi wadah kreatif mahasiswa untuk menciptakan inovasi teknologi dalam bidang medis. Pada ajang PENA kali ini terdapat 2 kategori yaitu Biomedical Signal dan Life Support, dimana pada kategori Biomedical Signal para peserta membuat peralatan yang mempunyai fungsi pemrosesan sinyal biomedis khususnya sinyal informasi fisiologis tubuh manusia dan pada kategori Life Support para peserta membuat peralatan yang dapat mendukung hidup manusia yang mengalami kegagalan fungsi pada organ vital.

Teknik Elektro Universitas Langlangbuana mengirimkan team untuk mengikuti PENA 2017. Team terdiri dari ketua Heru Prambudiono, anggota Teguh Rizki Permana dan Fasya Ferzal. Kategori yang diikuti oleh team teknik elektro unla adalah Biomedical Signal alat yang dibuat adalah monitoring pasien jarak jauh dengan nama “Vsign”. Vsign merupakan alat yang dapat memonitoring kondisi kesehatan pasien di rumah sakit secara real time 24/7 dan bisa di akses dari jarak jauh. Alat ini terdiri dari dua bagian, yaitu Vsign Mobile dan Gateway. Vsign Mobile adalah suatu alat yg di pasangkan pada pasien untuk membaca kondisi pasien dan data hasil pembacaan di tampilan di LCD 2.4” dan juga data di kirimkan ke Gateway. Gateway itu sendiri adalah suatu server local yang di tempatkan di rumah sakit, dimana gateway ini yang menghandle beberapa Vsign mobile. Satu Gateway bisa
menghandle sampe 250 Vsign mobile. Jarak dari Vsign ke Gateway adalah radius 1km, sedangkan jika ingin di akses dimana pun maka gateway akan mengirimkan data ke
cloud dengan jaringan Internet. Alat yang kami buat mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya :

  • Monitoring pasien secara realtime dari jarak jauh.
  • Sistem terintegrasi sehingga informasi selalu update.
  • Adanya aplikasi mobile baik untuk keluarga pasien atau dokter sehingga respon lebih cepat
  • Terdapat Panic Button untuk pasien

Dengan menggunakan alat monitoring pasien jarak jauh ini maka akan mempercepat proses pengambilan data medis pasien yang biasanya di lakukan oleh suster.

Gambar monitoring pasien jarak jauh secara keseluruhan

Vsign membawa team elektro unla memasuki grand final bersama 9 team dari universitas lain yaitu President University, Poltekes Kemenkes Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Padjadjaran, Politeknik Mekatronika, Sanata Darma, Universitas Trujoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Gambar piala dan piagan PENA 2017

Pada PENA 2017 team elektro unla menjadi juara kedua pada kategori Biomedical Signal.

 

Mahasiswa Teknik Elektro UNLA Juara IoT 2016

Berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang sistem informasi dan jaringan yang engarah pada sistem otomasi menciptakan sebuah konsep sistem yang dikenal dengan Internet of Think (Iot). Konsep dari IoT adalah untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus, berikut kemampuan remote control, berbagi data, dan sebagainya, termasuk pada benda-benda di dunia fisik [1].

PT INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+) yang berfokus pada penyediaan jaringan, jasa, dan content telekomunikasi, khusus untuk mendukung teknologi dan system informasi pada kuartal III tahun 2016 mengadakan kompetisi yang bertajuk IoT INNOVATION TOURNAMENT CREATING THE FUTURE. Kompetisi yang diikuti oleh 127 peserta yang terdiri dari 27 team ini bertujuan untuk mendukung kemajuan ragam produk aplikasi IoT di Indonesia. Mahasiswa teknik elektro Langlangbuana Bandung, Arkam Maulana Syidiq dan Heru Prambudiono membentuk team dengan nama Asdif mengikuti perlombaan tersebut.

Pada penjurian pertama terpilih 4 grand finalis yang masuk kebabak final, Localhost (Institut Pertanian Bogor), Suntricity (Institut Teknologi Bandung), No Fear (Telkom University), Asdif (Universitas Langlangbuana Bandung). Topik yang dibawakan oleh para finaslis yaitu “Eco Smart Home – Pengembangan Aplikasi Berbasis Internet of Things pada Rumah Cerdas untuk Manajemen Daya yang dengan Pembangkit Listrik Mandiri Tenaga Surya” oleh Localhost, “Smart Integrated Solar Panel for Home System and Appliances” oleh Suntricity, “Integration of Web Interface Management for Home Appliances Automation” oleh No Fear, “Sistem Penerangan jalan Umum Pintar” oleh Asdif

Gambar penyerahan piala dan hadia kepada juara

Hasil akhir dari kompetisi ini dimenangkan oleh team Asdif dari Teknik Elektro Universitas Langlangbuana Bandung sebagai juara I, juara II Tim Localhost (Institut Pertanian Bogor), juara Harapan I Tim No Fear (Telkom University), juara Harapan II diraih oleh Tim Suntricity (Institut Teknologi Bandung).

Referensi

[1]. http://gudanglinux.com/glossary/internet-of-things/